Muntah pada anak memang sesuatu yang sudah umum terjadi. Terlebih bagi anak berusia 4-6 bulan yang sering mengalami regurgitasi atau lebih dikenal dengan istilah gumoh bagi masyarakat Jawa. Kondisi ini tidaklah begitu berbahaya dan cukup umum terjadi lantaran anak kekenyangan. Meski begitu, beberapa penyebab lain mampu membaawa dampak serius dan harus segera diatasi agar tak mengganggu kesehatan si kecil.

Untuk menangani muntah pada anak, Anda bisa mencari beberapa referensi melalui link berikut ini https://www.goapotik.com/promo/obat-muntah-anak. Sambil menunggu obat yang tengah dipesan, Anda dapat melakukan pertolongan pertama agar kondisi buah hati tak makin memburuk. Yang terpenting untuk dilakukan orangtua adalah memastikan anak tetap terhidrasi dengan memberikan minum air putih secara berkala.

Anda juga bisa menyuguhkan larutan elektrolit berupam oralit. Berikan cairan/ minuman 1 hingga 2 sendok makan. Tambahkan jumlahnya tiap 15 menit menjadi 2 hingga 3 sendok makan. Lanjutkan pemberian larutan 15 menit kemudian. Selain larutan ini, jangan memberikan obat penekan rasa mual kepada anak secara sembarangan. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu agar mendapatkan dosis dan takaran yang tepat, sesuai umur dan berat badan si anak.

Di bidang medis, berikut beberapa obat yang biasa diresepkan untuk mengatasi muntah pada anak;

  1. Antihistamin

Obat ini dapat mencegah muntah dan mual yang disebabkan oleh mabuk kendaraan dan penggunaan obat-obatan antiemetic yang dapat meredakan mual dan muntah karena bakteri atau iritasi lambung. Sayangnya, obat ini tak bisa digunakan untuk muntah yang diakibatkan virus.

  1. Antasida

Obat ini diresepkan untuk muntah karena asam lambung yang berulah. Fungsinya untuk menetralkan asam lambung agar kembali normal.

  1. Parasetamol

Obat ini biasanya turut diresepkan untuk mengatasi demam, sakit kepala dan pegal-pegal yang biasa menyertai mual anak.

Ketiga jenis obat di atas dapat Anda temukan di apotek 24 jam terdekat. Namun, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar tak menyalahi aturan dan membahayakan kesehatan si kecil.

Meski mengkhawatirkan, muntah yang dialami anak sebaiknya tetap dihadapi dengan tenang dan waspada. Daripada mengobati, lebih baik lakukan upaya pencegahan dengan menjaga kebersihan dan rajin mencuci tangan.